TL;DR
- Map Split Valorant memiliki desain tiga jalur utama (A Site, Mid, B Site) dan dikenal dengan area bertingkat serta jalur sempit yang mempengaruhi strategi permainan.
- Callout yang tepat sangat penting untuk komunikasi tim, memungkinkan informasi posisi musuh dan rotasi untuk disampaikan dengan cepat selama pertandingan.
- Pemilihan agent yang sesuai, seperti Raze untuk Duelist dan Omen untuk Controller, dapat mempengaruhi efektivitas serangan dan pertahanan di map Split.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)
Kalau ingin meningkatkan peluang menang di Split Valorant, memahami karakteristik map Valorant ini adalah langkah yang tidak boleh dilewatkan. Split dikenal dengan banyak area bertingkat, lorong sempit, serta jalur Mid yang sering menjadi penentu jalannya pertandingan.
Kondisi tersebut membuat setiap keputusan, mulai dari pemilihan agent, penguasaan area, hingga rotasi tim, menjadi sangat penting.
Agar lebih mudah beradaptasi di map ini, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!
Tentang Map Split Valorant
Split Valorant merupakan salah satu map klasik yang memiliki desain tiga jalur utama (three-lane map), yaitu A Site, Mid, dan B Site. Hal yang membuat map ini berbeda dari map lain adalah banyaknya area bertingkat dan keberadaan zipline yang dapat digunakan pemain untuk berpindah posisi dengan lebih cepat.
Kombinasi tersebut membuat Split menawarkan permainan yang menantang, baik bagi Attacker maupun Defender.
Secara keseluruhan, Split lebih menguntungkan tim Defender. Banyaknya lorong sempit, choke point, dan area tinggi memudahkan Defender mengontrol pergerakan lawan serta mempertahankan site. Sementara itu, tim Attacker dituntut memiliki koordinasi dan strategi yang matang agar dapat menembus pertahanan lawan.
Selain menguasai site, perebutan kontrol Mid juga menjadi salah satu kunci kemenangan di Split. Tim yang berhasil mengendalikan area Mid biasanya memiliki lebih banyak pilihan untuk melakukan rotasi dan menyerang A Site maupun B Site.
Oleh karena itu, komunikasi dan pemahaman terhadap setiap callout di map ini sangat penting agar tim dapat memberikan informasi dengan cepat selama pertandingan.
Dari sisi desain, Split mengusung tema kota futuristik yang terinspirasi dari Jepang dan menjadi lokasi markas Kingdom Corporation. Map ini menampilkan perpaduan antara gedung modern, area konstruksi, serta sisa-sisa lingkungan permukiman yang perlahan berubah menjadi kawasan industri.
Callout Map Split Valorant
Menguasai callout di Split sangat penting agar komunikasi dengan rekan satu tim berjalan lebih efektif. Dengan menyebutkan lokasi yang tepat, tim dapat memberikan informasi posisi musuh, mengatur rotasi, hingga menyusun strategi menyerang atau bertahan dengan lebih cepat.
Berikut beberapa callout yang paling sering digunakan di Split Valorant.
Callout A Site

Area A Site memiliki beberapa callout penting yang terbagi menjadi jalur masuk dan area plant.
- A Ramps: Jalur menanjak yang menghubungkan A Lobby menuju A Site.
- Under Heaven: Area tepat di bawah A Heaven yang sering dijadikan tempat berlindung.
- A Platform: Platform tinggi di dekat pintu masuk A Site.
- Screens: Area yang menghubungkan A Site dengan Defender Spawn.
Sementara itu, area plant di A Site memiliki beberapa callout berikut.

- A Heaven: Area tinggi yang menghadap langsung ke A Site.
- Elbow: Lorong kecil di samping A Site yang menjadi jalur rotasi Defender.
- Default: Lokasi plant Spike yang paling umum digunakan.
- Spam Screen: Posisi di dekat Screens yang sering digunakan untuk menembus tembakan (wallbang).
Callout Mid

Mid merupakan area paling penting di Split karena menghubungkan A Site dan B Site. Tim yang berhasil menguasai Mid biasanya memiliki lebih banyak pilihan saat melakukan rotasi maupun menyerang.
Beberapa callout yang perlu diingat meliputi:
- Stairs: Tangga yang mengarah ke area Mid.
- Vent: Jalur sempit yang menghubungkan Mid dengan A Heaven.
- Cubby: Sudut kecil yang sering digunakan pemain untuk bersembunyi.
- Sewer: Lorong bawah yang menjadi akses menuju A Site.
Callout B Site

B Site memiliki layout yang lebih sederhana dengan sebuah pilar besar sebagai pembatas area. Berikut callout yang sering digunakan di sisi depan B Site.
- B Garage: Jalur masuk menuju B Site dari sisi Attacker.
- B Default: Lokasi plant Spike yang paling sering digunakan di B Site.
- B Platform: Area tinggi yang menghadap ke B Site.
- B Heaven: Posisi tinggi milik Defender yang dapat mengawasi seluruh area B Site.
- Double Box: Dua kotak besar yang sering dijadikan tempat berlindung saat bertahan maupun menyerang.
Di bagian belakang B Site, terdapat beberapa callout penting lainnya.

- CT (Defender Spawn): Jalur rotasi utama Defender menuju B Site.
- B Backsite: Area paling belakang di B Site yang sering digunakan Defender untuk bertahan.
- B Long Plant/Open Plant: Posisi plant Spike yang memudahkan Attacker menjaga Spike dari jarak jauh setelah berhasil memasangnya.
Agent Terbaik untuk Map Split Valorant

Memilih agent yang tepat menjadi salah satu faktor penting untuk meraih kemenangan di Split Valorant. Meskipun ukuran map Valorant ini tidak terlalu besar, tim Attacker sering kesulitan menembus pertahanan karena Defender dapat melakukan rotasi dengan cepat.
Oleh karena itu, komposisi tim yang seimbang sangat dibutuhkan agar serangan berjalan lebih efektif. Berikut daftar agen terbaik untuk map Split.
Role Duelist
Untuk role Duelist, Raze menjadi salah satu pilihan terbaik berkat kemampuan area damage dan mobilitasnya yang memudahkan saat memasuki site. Selain itu, Yoru juga efektif digunakan karena dapat mengecoh lawan dan melakukan entry dari arah yang tidak terduga.
Jika belum terbiasa menggunakan Yoru, kamu bisa memilih Jett atau Reyna sebagai alternatif.
Role Initiator
Di role Initiator, Gekko menjadi pilihan yang solid karena mampu memberikan informasi sekaligus membantu tim saat membuka site. Selain Gekko, Skye juga sering digunakan berkat kemampuan flash, heal, dan informasi yang dimilikinya, sehingga dapat mendukung serangan maupun pertahanan.
Role Controller
Untuk role Controller, Omen menjadi agen yang paling sering dipilih di Split. Smoke miliknya sangat efektif untuk menutup area penting seperti Mid, A Heaven, atau B Heaven sehingga tim lebih mudah melakukan push.
Namun, jika tim menggunakan Sage sebagai Sentinel untuk memperkuat pertahanan, Viper juga bisa menjadi alternatif Controller karena mampu mengontrol area sekaligus memperlambat pergerakan lawan.
Sementara itu, Cypher menjadi Sentinel yang sangat kuat di Split karena dapat mengamankan flank dan mengumpulkan informasi melalui Trapwire serta Spycam. Meskipun begitu, Sage juga tetap menjadi pilihan yang efektif berkat Barrier Orb yang mampu menutup choke point dan memperlambat serangan musuh.
Strategi dan Tips Bermain di Map Split Valorant
Split dikenal sebagai map yang membutuhkan kerja sama tim yang baik. Meskipun sering dianggap menguntungkan Defender, tim Attacker tetap memiliki peluang besar untuk menang jika mampu menguasai Mid dan melakukan eksekusi dengan cepat.
Berikut beberapa strategi yang bisa kamu terapkan saat bermain di Split Valorant.
Manfaatkan Informasi Posisi Musuh
Informasi mengenai posisi lawan menjadi salah satu kunci kemenangan di Split. Ukuran map yang relatif kecil, membuat musuh dapat melakukan rotasi atau berpindah site dengan cepat.
Maka dari itu, usahakan menggunakan agent yang mampu mengumpulkan informasi, seperti Cypher, Skye, Sova, atau Fade. Dengan mengetahui posisi musuh lebih awal, tim akan lebih mudah menentukan kapan harus menyerang atau melakukan rotasi.
Kuasai Area Mid
Mengontrol Mid menjadi prioritas utama saat bermain di Split. Tim yang berhasil menguasai area ini akan memiliki akses yang lebih mudah untuk menyerang A Site maupun B Site.
Saat bermain sebagai Defender, Controller dapat memasang smoke di Mid untuk memperlambat pergerakan lawan. Sementara itu, Sage bisa memanfaatkan Barrier Orb atau Slow Orb untuk menunda push musuh.
Jika bermain sebagai Attacker, gunakan utility dari Initiator seperti Skye atau Sova untuk membantu merebut kontrol Mid sebelum menyerang site.
Manfaatkan Senjata Jarak Dekat
Lorong sempit di Split membuat senjata seperti Judge dan Frenzy menjadi pilihan yang efektif, terutama ketika kondisi ekonomi tim sedang terbatas. Senjata ini sangat mematikan saat digunakan untuk menyerang area Mid atau menghadapi musuh di ruang sempit.
Meskipun begitu, tetap berhati-hati karena lawan juga bisa menggunakan strategi yang sama. Selalu periksa setiap sudut sebelum maju agar tidak mudah terkena serangan mendadak.
Kuasai Posisi High Ground
Split memiliki banyak area bertingkat yang dapat memberikan keuntungan saat bertarung. Posisi seperti A Heaven, B Heaven, atau Platform memungkinkan kamu mendapatkan sudut pandang yang lebih luas sekaligus menyulitkan lawan saat melakukan duel.
Oleh karena itu, usahakan menguasai area high ground secepat mungkin. Selain memberikan visibilitas yang lebih baik, posisi tinggi juga membuka lebih banyak pilihan untuk melakukan peek maupun rotasi selama pertandingan.
Itu dia informasi lengkap mengenai Split Valorant. Jangan lupa terus berlatih dan beradaptasi dengan situasi pertandingan, ya!
Nggak mau ketipu harga mahal? Cek aja VP top up di Lapakgaming transparan nggak ada biaya tersembunyi.
TL;DR
- Map Split Valorant memiliki desain tiga jalur utama (A Site, Mid, B Site) dan dikenal dengan area bertingkat serta jalur sempit yang mempengaruhi strategi permainan.
- Callout yang tepat sangat penting untuk komunikasi tim, memungkinkan informasi posisi musuh dan rotasi untuk disampaikan dengan cepat selama pertandingan.
- Pemilihan agent yang sesuai, seperti Raze untuk Duelist dan Omen untuk Controller, dapat mempengaruhi efektivitas serangan dan pertahanan di map Split.


